menggapai kebahagiaan

Senin, 26 September 2011

Lantas bagaimanakah agar hidup kita bahagia?
Bahagia tidaklah sekedar terbebas dari kesedihan maupun ketakutan. Bahagia adalah suasana jiwa, yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata, tapi mampu dirasa. Maka bahagia tidaknya kita, tergantung dari perasaan yang bertahta di hati kita. Namun sayangnya, seringkali kita tidak mampu mengontrol perasaan. Itulah sebabnya, tidak jarang tiba-tiba rasa sedih begitu saja menyergap, padahal kita tengah berpesta-pora. Demikian juga sebaliknya, meski kita sedang berduka, tidak jarang rasa bahagia terlintas begitu saja.
Bagamana cara mengontrol perasaan?
Hukum fikiran menjelaskan bahwa perasaan yang bertahta di hati kita sangat tergantung pada apa yang sedang kita fikirkan. ”perasaan adalah State of Mind, keadaan pikiran” Oleh karena itu, meskipun kita tidak mampu mengontrol perasaan kita, tapi kita mampu mengontrol perasaan melalui pikiran-pikiran kita. Maka kunci bahagia adalah bagaimana kita mengelola Pikiran (mind) kita.
Dengan demikian, maka untuk menggapai bahagia, kita tidak harus menunggu sukses terlebih dulu. Kaya dulu baru bisa bahagia, tidak!. Punya jabatan tinggi dulu baru bahagia. Tidak! Dimanapun, kapanpun, sebagai apapun kita, sesungguhnya kita mampu untuk selalu bahagia, yaitu dengan mengelola pikiran kita.
Secara fithrah kita tidak dapat berhenti berpikir. Dalam kondisi apapun, kita selalu memberikan input pada pikiran kita. Dan input inilah yang akan menentukan warna pada perasaan kita. Apakah warna bahagia atau derita.
Ketika input negatif yang menghiasi pikiran, maka kesedihan, kegelisahan, ketakutanlah yang akan menggelayut dihati. Ketika kita membebani pikiran ketika dengan kematian orang yang kita cintai, maka kesedihan (rasa kehilangan) yang akan menyergap. Ketika kita membebani pikiran dengan bayang-bayang kegagalan, maka ketakutan yang akan datang membelenggu, dsb. Demikian juga sebaliknya, ketika kita memberikan input positif, maka kebahagiaanlah yang akan datang sebagai buahnya. Ketika kita berfikir positif bahwa hidup ini indah dan merupakan anugrahNya, maka kita akan senantiasa bersyukur, dan syukur memberikan buah berupa kebahagiaan. Ketika kita berfikir positif bahwa musibah adalah ujian untuk peningkatan derajat dan penghapusan dosa, maka kita akan mampu menerimanya dengan lapang dada. Bukankah lapang dada akan berbuah kebahagiaan?
Maka kunci bahagia adalah ”kendalikan perasaan kita dengan senantiasa berfikir positif dalam segala situasi, kapanpun, dimanapun, dan sebagai apapun kita” Niscaya Allah SWT akan memberimu bahagia, selama-lamanya. Smoga bermanfaat.


                                                                                                           (from:nyanyian ilalang)

0 komentar: